SUMEDANG (Majalahukum.com) — Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya mangga Gedong Gincu terus dilakukan melalui kegiatan Sekolah Lapang Good Agricultural Practices (SL-GAP) di Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan Tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ujungjaya tersebut diikuti para peserta SL yang berasal dari kelompok tani Desa Ujungjaya. Para peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang tidak hanya diisi dengan penyampaian materi dan sesi tanya jawab, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, para petani mendapatkan pembelajaran mengenai teknik penanaman dan pemeliharaan pohon mangga, hingga praktik pembuatan bibit mangga secara mandiri.

Koordinator BPP Kecamatan Ujungjaya, Ai Nurjanah, mengatakan kegiatan SL-GAP dilaksanakan selama lima hari dengan mengombinasikan penyampaian materi dan praktik lapangan yang berfokus pada penerapan budidaya mangga sesuai prinsip Good Agricultural Practices.
“Selama lima hari kita menyampaikan materi sekaligus melakukan praktik, mulai dari penyiapan lahan, pemilihan bibit, pemupukan, pengairan, pemeliharaan pohon, pengendalian hama dan penyakit, hingga panen dan teknis pascapanen,” ungkap Ai Nurjanah.
Selain materi utama mengenai teknik budidaya mangga, peserta juga mendapatkan pembelajaran tambahan mengenai cara menghasilkan benih atau bibit mangga yang berkualitas.
Menurut Ai, kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman petani terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya mangga yang baik. Lebih dari itu, petani juga didorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kita berharap petani memahami SOP tentang budidaya mangga yang baik dan memiliki kemauan untuk secara swadaya melakukan praktik-praktik yang sudah dipelajari, termasuk pembuatan bibit dan pembuatan VOC atau pestisida,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang peserta SL-GAP, Solihin, mengungkapkan kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan sekaligus motivasi bagi para petani mangga di Desa Ujungjaya.
Menurutnya, masih banyak peluang yang dapat dikembangkan dalam sektor pertanian mangga, termasuk usaha pembibitan yang dapat menjadi kegiatan ekonomi tambahan bagi petani.
“Kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan dan motivasi bagi para petani mangga. Di pertanian mangga ini masih banyak peluang yang harus dibenahi dan diperbaiki,” ujar Solihin.
Ia menilai usaha pembibitan mangga menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan secara mandiri oleh petani. Ke depan, dirinya berencana mencoba mengembangkan pembibitan agar petani tidak selalu bergantung pada bantuan bibit dari pemerintah maupun pihak luar.
“Ke depannya mungkin kita akan mencoba pembibitan, sehingga kita tidak ketergantungan bibit mangga dari bantuan pemerintah atau pihak luar,” katanya.
Solihin berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan SL-GAP dapat diterapkan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan kualitas tanaman sekaligus hasil produksi mangga Gedong Gincu.
BPP Kecamatan Ujungjaya juga memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti setelah pelaksanaan SL-GAP selesai. Pemantauan secara berkala akan dilakukan sebagai tindak lanjut untuk melihat penerapan hasil pembelajaran di lapangan.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, kualitas hasil panen, serta kemandirian petani mangga di Desa Ujungjaya.
Dengan adanya Sekolah Lapang GAP, petani diharapkan semakin mampu menerapkan prinsip budidaya mangga yang baik, menghasilkan produk berkualitas, serta mengembangkan usaha pendukung seperti pembibitan secara mandiri.
(Wem Askin)








