Beranda Aktual Ada “Kartini” di Bajawa, Ngada: Bukan di Jepara, tetapi di Tengah Sejuknya...

Ada “Kartini” di Bajawa, Ngada: Bukan di Jepara, tetapi di Tengah Sejuknya Pulau Flores

0

BAJAWA, NGADA, NTT (Majalahukum.com) — Mendengar nama “Kartini”, ingatan publik umumnya langsung tertuju kepada R.A. Kartini, pahlawan nasional yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, dan dikenal luas melalui perjuangannya terhadap pendidikan serta emansipasi perempuan.

Namun, ada “Kartini” lain yang dapat ditemui jauh dari Jepara. Bukan seorang tokoh, melainkan sebuah taman di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Di tengah udara pegunungan Flores yang sejuk, bahkan cenderung dingin, Taman Kartini menjadi salah satu ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai, berkumpul, dan menikmati suasana kota.

Keberadaan taman dengan nama Kartini ini terasa unik. Sebab, nama tersebut begitu kuat melekat dengan sosok perempuan dari Jepara. Kini, nama yang sama hadir di Bajawa, sebuah kota di dataran tinggi Pulau Flores yang memiliki karakter alam dan suasana yang jauh berbeda dari tanah kelahiran R.A. Kartini.

Menikmati Sejuknya Bajawa

Pada pagi hari, suasana di sekitar Taman Kartini terasa menyegarkan. Hawa dingin khas Bajawa berpadu dengan lingkungan yang relatif tenang, menciptakan suasana yang cocok untuk berjalan santai, duduk menikmati udara pagi, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.

Memasuki sore hari, taman tersebut juga dapat menjadi pilihan rekreasi sederhana bagi warga. Setelah menjalani aktivitas sehari-hari, masyarakat dapat melepas penat tanpa harus meninggalkan kawasan pusat kota.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Ngada, keberadaan ruang terbuka seperti ini memberikan pilihan lain untuk menikmati Bajawa. Bukan hanya panorama alam dan udara pegunungan yang menjadi daya tarik, tetapi juga ruang-ruang publik yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

“Kartini” yang Berbeda

Taman Kartini di Bajawa menghadirkan cerita kecil yang menarik tentang sebuah nama yang melintasi batas geografis.

Jika R.A. Kartini dari Jepara dikenang karena gagasan dan perjuangannya dalam pendidikan serta kesetaraan perempuan, “Kartini” di Bajawa hadir dalam bentuk yang berbeda: sebuah ruang terbuka yang menjadi tempat masyarakat bertemu, bersantai, dan menikmati suasana kota.

Perbedaan tersebut justru membuat nama Taman Kartini di Bajawa menarik untuk diperhatikan. Nama yang identik dengan perjuangan seorang tokoh perempuan nasional itu kini menjadi bagian dari lanskap sebuah kota pegunungan di Flores.

Bagi warga Bajawa, taman ini mungkin merupakan bagian biasa dari keseharian. Namun bagi pendatang, keberadaannya dapat menjadi kejutan kecil sekaligus cerita menarik ketika menjelajahi Kota Bajawa.

Jadi, jika suatu ketika berada di Bajawa dan seseorang berkata, “Mari ke Kartini,” jangan buru-buru membayangkan perjalanan menuju Jepara.

Bisa jadi, yang dimaksud adalah Taman Kartini di Bajawa—sebuah “Kartini” yang berada jauh dari tanah kelahiran sang pahlawan, tetapi tetap menawarkan ruang sederhana untuk menikmati kesejukan, ketenangan, dan kebersamaan di tengah Kota Bajawa.

(Red)

Terima kasih atas komentar Anda. Ikuti terus update portal ini.