BOGOR (Majalahukum.com) – Calon Ketua PWI Jawa Barat H. Hardiyansyah, S.H. atau yang akrab disapa Kang Andy, menyambangi Sekretariat PWI Kota Bogor di Jalan Tirto Adhi Soerjo, Jumat (7/8/2026).
Kedatangan Kang Andy disambut Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi alias Kang Aldho, Sekretaris Syarif Hidayatullah, Bendahara Asep Supriyanto, Wakil Bendahara Roy Andi, serta jajaran pengurus dan anggota PWI Kota Bogor.
Dalam kunjungan tersebut, Kang Andy bersilaturahmi sekaligus memaparkan visi dan misinya sebagai calon Ketua PWI Jawa Barat yang akan bertarung dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat pada 12–13 Agustus 2026 mendatang.
Di hadapan jajaran PWI Kota Bogor, wartawan senior sekaligus pemilik Ayo Media itu menitikberatkan gagasannya pada tiga hal utama, yakni penguatan kerja sama, peningkatan kesejahteraan, serta pengembangan kapasitas dan profesionalisme wartawan di Jawa Barat.
“Saya melihat ada beberapa hal yang harus jadi perhatian jika nanti saya ditakdirkan menjadi Ketua PWI Jawa Barat. Di antaranya soal kapasitas dan kesejahteraan wartawan,” kata Andy, Jumat (7/8/2026).
Menurut Andy, profesi wartawan tidak semata-mata berkutat pada persoalan keredaksian dan peliputan. Wartawan juga perlu dibekali pemahaman mengenai kewirausahaan agar memiliki kemampuan mengembangkan potensi ekonomi secara profesional.
“Menjadi wartawan tidak melulu soal keredaksian dan peliputan. Wartawan juga perlu diberikan pemahaman terkait entrepreneur,” ujarnya.
Andy mencontohkan koperasi sebagai salah satu wadah yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan wartawan.
“Salah satu manfaatnya, wartawan juga belajar soal bisnis. Bagaimana cara mencari pendapatan di bidang lain, memanfaatkan jejaring. Salah satunya lewat koperasi. Memang tantangannya adalah membedakan sisi jurnalis dengan bisnis yang harusnya tidak saling mengganggu dan tidak merusak integritas profesionalisme wartawan,” jelasnya.
Selain persoalan kesejahteraan, Andy juga membawa gagasan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Barat. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan wartawan maupun keluarga wartawan.
“Ada beberapa kampus yang sudah kerja sama saat saya jadi Ketua PWI Kota Bandung. Itu ingin saya aplikasikan di tingkat yang lebih luas di Jawa Barat. Tentu manfaatnya akan lebih terasa ke daerah,” tuturnya.
Gagasan tersebut mendapat respons dari anggota PWI Kota Bogor, Ryan Muttaqien. Ia menyampaikan aspirasi agar PWI Jawa Barat ke depan dapat membantu memperkuat akses kerja sama antara perusahaan media di daerah dengan para pemangku kepentingan di tingkat provinsi.
“Perusahaan media di Bogor terkadang sulit untuk menembus komunikasi dengan stakeholder tingkat Jabar. Kami berharap hal itu jadi perhatian jika Kang Andy terpilih,” kata Ryan.
Ia juga mengapresiasi gagasan kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi yang dinilai dapat memberikan manfaat langsung bagi wartawan dan keluarganya.
“Itu akan meningkatkan wawasan dan integritas wartawan. Saya berharap itu tidak hanya ‘lip service’. Apalagi banyak wartawan dan keluarganya kadang punya kendala menuntut ilmu di tingkat universitas,” ujar redaktur Harian Metropolitan tersebut.
Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi alias Kang Aldho mengapresiasi kunjungan Kang Andy. Menurutnya, silaturahmi dan pemaparan gagasan tersebut menjadi bagian penting dalam menyerap aspirasi daerah menjelang Konferprov PWI Jawa Barat.
Ia berharap visi, misi, serta program yang disampaikan Kang Andy dapat direalisasikan apabila nantinya dipercaya memimpin PWI Jawa Barat.
Namun demikian, Aldho mengingatkan agar kontestasi pemilihan Ketua PWI Jawa Barat tidak menimbulkan ekses negatif maupun perpecahan di tubuh organisasi.
Menurutnya, siapapun yang nantinya terpilih harus mampu menjaga kondusivitas PWI, baik di tingkat provinsi maupun daerah.
“Jangan sampai nanti malah ada perpecahan. Kami berharap kondusifitas tetap terjaga, tapi program juga berjalan sesuai harapan kami di daerah,” pungkasnya.
(Red/Nas)








