Beranda Aktual Bupati Lucky Hakim Tegaskan LP2B Tak Boleh Beralih Fungsi, SDM Pertanian Harus...

Bupati Lucky Hakim Tegaskan LP2B Tak Boleh Beralih Fungsi, SDM Pertanian Harus Siap Hadapi Modernisasi

0

INDRAMAYU (majalahukum.com) – Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat modernisasi sektor pertanian sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan tidak hanya melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), tetapi juga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai operatornya.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Combine Harvester yang diselenggarakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Jawa Barat, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian, di UPTD Balai Pembenihan dan Pembibitan Hortikultura, Desa Kebulen, Kecamatan Jatibarang, pada 6–8 Juli 2026.

Kepala BBPMP Jawa Barat, Dr. Detia Tri Yunandar, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan operator combine harvester di Kabupaten Indramayu yang merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Jawa Barat.

Menurutnya, dengan luas panen mencapai sekitar 126 ribu hektare, kebutuhan operator alsintan di Indramayu masih cukup tinggi. Saat ini terdapat sekitar 70 unit combine harvester bantuan pemerintah dan sekitar 100 unit milik masyarakat yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Peserta bimtek berjumlah 100 orang yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Indramayu. Mereka dibekali materi pengoperasian combine harvester serta pemeliharaan ringan alat,” ujar Detia.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan operator combine harvester yang kompeten sehingga dapat mendukung percepatan modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengapresiasi penyelenggaraan bimtek tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian sekaligus menjaga posisi Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Menurut Lucky, status tersebut merupakan kebanggaan sekaligus amanah yang harus dijaga bersama. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen melindungi keberadaan lahan pertanian melalui kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar tidak mengalami alih fungsi.

Selain menjaga keberadaan lahan, Lucky juga menyoroti pentingnya kesiapan SDM dalam menghadapi modernisasi pertanian. Kehadiran combine harvester dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas panen, meskipun di sisi lain memunculkan tantangan bagi sebagian masyarakat yang selama ini bergantung pada sistem panen konvensional.

“Kita tidak bisa menahan modernisasi. Yang harus dilakukan adalah menyiapkan solusi dan membuka peluang baru agar masyarakat tetap mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi pertanian,” tegas Lucky.

Ia menambahkan, keberhasilan modernisasi pertanian tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga masyarakat.

Di akhir sambutannya, Lucky mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sekaligus ditularkan kepada petani di wilayah masing-masing.

“Semangat dan fokus dalam mengikuti pelatihan. Jaga keselamatan saat mengoperasikan alat, serta bersama-sama menjaga sektor pertanian dari berbagai aspek agar Indramayu tetap menjadi lumbung pangan nasional dan masyarakatnya semakin makmur dan sejahtera,” pungkasnya. (Sn)

Terima kasih atas komentar Anda. Ikuti terus update portal ini.