Beranda Aktual 10 Tahun Berjuang, PAUD An-Nur Ciamis Masih Setengah Jadi, Butuh Uluran Tangan

10 Tahun Berjuang, PAUD An-Nur Ciamis Masih Setengah Jadi, Butuh Uluran Tangan

0

CIAMIS (Majalahukum.com) – Selama satu dekade, Cucu Nurhayati konsisten mengabdikan diri mendirikan dan mengelola Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) An-Nur yang berlokasi di Dusun Pabrik, Blok Ranca Brerem, RT 17/08, Desa Cihalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Yayasan yang berdiri sejak 2015 tersebut lahir dari keprihatinan Cucu melihat masih banyak anak-anak di lingkungan sekitar yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini. Kondisi ekonomi masyarakat yang mayoritas menengah ke bawah serta jarak menuju lembaga PAUD terdekat menjadi salah satu kendala.

“Di sini mayoritas bukan orang berada. Kalau mau sekolah PAUD harus jauh. Makanya banyak yang putus sekolah,” ujar Cucu saat diwawancarai, Senin (7/9/2026).

Kini, PAUD An-Nur menampung sekitar 20 anak didik. Tidak hanya dari lingkungan sekitar, sejumlah peserta didik juga berasal dari wilayah lain di sekitar Desa Cihalang.

Namun, perjuangan tersebut masih menghadapi persoalan besar. Di tengah keterbatasan pembiayaan, pembangunan gedung yayasan yang berdiri di atas lahan seluas 20 bata atau sekitar 280 meter persegi hingga kini belum juga rampung.

Bangunan tersebut baru mencapai sekitar 50 persen dari keseluruhan pembangunan. Kondisi ini membuat pengembangan sarana dan prasarana pendidikan masih sangat bergantung pada kemampuan finansial pribadi pengelola.

Cucu berharap pemerintah, baik pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kabupaten Ciamis, dapat memberikan perhatian terhadap kondisi PAUD An-Nur, khususnya membantu menyelesaikan pembangunan gedung yang hingga kini masih terbengkalai.

“Harapannya ada bantuan,” ungkapnya.

Bagi Cucu, mendirikan dan mengelola PAUD bukan sekadar menjalankan kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan bagian penting dalam membangun karakter dan memberikan bekal pengetahuan kepada anak sejak usia dini.

“Usia PAUD itu usia emas. Tujuannya supaya anak-anak punya bekal ilmu sejak dini dan bisa mengurangi angka putus sekolah,” tegasnya.

Selama ini, Yayasan PAUD An-Nur masih beroperasi secara mandiri dengan mengandalkan kemampuan keuangan pribadi pengelola. Di tengah keterbatasan tersebut, semangat untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah sekitar tetap dipertahankan.

Sepuluh tahun perjalanan PAUD An-Nur menjadi gambaran perjuangan pendidikan di tingkat akar rumput. Di satu sisi, kegiatan belajar bagi puluhan anak terus berjalan, namun di sisi lain, pembangunan gedung yang menjadi penunjang utama proses pendidikan masih menunggu uluran tangan.

(Nana S)

Terima kasih atas komentar Anda. Ikuti terus update portal ini.