Beranda Aktual BNNP Lampung Perkuat Kolaborasi P4GN, PANI Dorong Gerakan Antinarkoba Menembus Batas

BNNP Lampung Perkuat Kolaborasi P4GN, PANI Dorong Gerakan Antinarkoba Menembus Batas

0

BANDARLAMPUNG (Majalahukum.com) – Perang melawan narkotika membutuhkan kerja bersama yang melampaui batas institusi dan wilayah. Pencegahan tidak cukup dilakukan melalui penindakan, tetapi harus diperkuat dengan edukasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta kolaborasi hingga tingkat masyarakat dan pemerintahan desa.

Semangat tersebut mengemuka dalam silaturahmi dan audiensi Pengurus DPW Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) Provinsi Lampung dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Rabu (9/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BNNP Lampung, Jalan Ikan Bawal No. 92, Kangkung, Kecamatan Telukbetung Selatan, Kota Bandarlampung, menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Budi Wibowo, SH, S.I.K., MH menegaskan bahwa lembaganya terbuka terhadap kolaborasi dengan para penggiat antinarkoba.

BNNP Lampung, kata Budi, siap menjadi fasilitator bagi para penggiat P4GN, termasuk dalam peningkatan kapasitas melalui pelatihan yang diselenggarakan BNN.

“BNNP Lampung siap menjadi fasilitator para penggiat narkoba dalam penanganan P4GN untuk mengikuti pelatihan di BNN,” ujar Budi.

Menurutnya, penguatan kapasitas menjadi faktor penting karena para penggiat akan berhadapan langsung dengan masyarakat.

Sebelum melakukan sosialisasi di lingkungan pendidikan maupun masyarakat, mereka harus memiliki pemahaman yang kuat mengenai P4GN, pengetahuan tentang bahaya narkotika dan keterampilan pendukung lainnya.

Budi juga mendorong agar para penggiat memiliki sertifikasi dari BNN sehingga edukasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki dasar kompetensi yang jelas.

Budi menempatkan BNNP Lampung sebagai salah satu ujung tombak pencegahan narkotika di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelayanan P4GN harus terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya menjadi objek sosialisasi, tetapi ikut menjadi bagian dari sistem pencegahan.

Posisi Lampung juga memiliki arti strategis. Provinsi ini menjadi salah satu jalur penghubung utama Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, termasuk melalui kawasan Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Kondisi geografis tersebut membuat penguatan pengawasan dan pencegahan narkotika membutuhkan kerja lintas lembaga dan lintas komunitas.

Brigjen Pol Budi Wibowo bukan sosok baru di Lampung. Ia sebelumnya pernah dipercaya menjabat Kepala BNNP Lampung sekitar Juni 2023.

Setelah menjalani sejumlah penugasan, Budi kembali dipercaya memimpin BNNP Lampung sejak 26 Februari 2026.

Sebelum kembali ke Lampung, Budi disebut pernah menjabat Kepala BNNP Kalimantan Barat. Ia juga pernah menduduki posisi Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang pada Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

Dalam perjalanan kariernya, ia juga pernah menjalankan tugas di lingkungan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Saat bertugas di Kalimantan Barat, Budi mengungkapkan pernah terlibat dalam pengungkapan peredaran narkotika dalam jumlah besar yang diduga berasal dari Malaysia.

Dalam salah satu pengungkapan yang disebut terjadi sekitar akhir Mei 2022, aparat mengamankan lima tersangka beserta barang bukti sabu dengan berat puluhan kilogram.

Ketua DPW PANI Provinsi Lampung Sapron bergelar Khadin Imba Kesuma menyambut positif penguatan komunikasi dengan BNNP Lampung.

Sapron didampingi Kepala Advokasi PANI Lampung Bara Suwardi, SH dan Penasehat Marhan Idris.

Dalam audiensi tersebut, PANI memaparkan visi, misi, program kerja serta sejumlah kegiatan P4GN yang telah dilakukan di masyarakat.

Sapron berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi menjadi awal penguatan kerja sama yang konkret.

“Dengan silaturahmi hari ini diharapkan dapat menjadi pelajaran dan bekal ke depannya bersama BNNP Lampung dalam penguatan kolaborasi P4GN untuk pencegahan dan edukasi,” kata Sapron.

Menurutnya, ancaman narkotika membutuhkan respons bersama karena jaringan peredaran gelap dapat bergerak melintasi wilayah dan bahkan batas negara.

Kepala Advokasi PANI Lampung Bara Suwardi menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat dalam agenda P4GN.

Ia mengatakan PANI berupaya membantu negara melalui edukasi kepada pelajar, keluarga dan masyarakat.

Bara juga menyatakan kesiapannya menyediakan tempat untuk kegiatan formal maupun informal berkaitan dengan P4GN di Taman Wisata Hutan Kayu Gunung Beranti.

“PANI dalam melaksanakan kegiatan P4GN adalah membantu negara, baik di kalangan pelajar maupun dengan mengharapkan peran serta orang tua dan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Bara, upaya pencegahan harus dibangun dari berbagai lapisan. Tidak hanya pemerintah dan aparat, tetapi juga sekolah, keluarga, organisasi masyarakat hingga pemerintah desa.

Ia berharap kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), dapat memperluas jangkauan edukasi sekaligus mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkotika.

Pertemuan BNNP Lampung dan PANI memperlihatkan bahwa perang terhadap narkotika semakin membutuhkan pendekatan kolaboratif.

Penindakan tetap penting, tetapi pencegahan menjadi benteng pertama. Edukasi di sekolah, ketahanan keluarga, peningkatan kapasitas penggiat, serta keterlibatan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih tahan terhadap ancaman narkotika.

Lampung, dengan posisi geografisnya yang strategis, menghadapi tantangan sekaligus memiliki peluang menjadi salah satu pusat penguatan gerakan P4GN di tingkat masyarakat.

Dari Lampung untuk Indonesia. Dari Indonesia untuk dunia. Perang melawan narkoba membutuhkan keberanian, kolaborasi dan konsistensi.

(Humas DPW PANI Lampung)

Terima kasih atas komentar Anda. Ikuti terus update portal ini.