TASIKMALAYA (Majalahukum com) – Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Siswa Madrasah Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 resmi digelar di kawasan olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada 22–24 Agustus 2026.
Mengusung tema “Bersatu dalam Bakat, Unggul dalam Taat”, kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta didik yang merupakan perwakilan madrasah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
PORSENI Madrasah Jabar 2026 menjadi salah satu ajang kompetisi yang mempertemukan siswa-siswi terbaik dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Mereka berkompetisi sekaligus menunjukkan kemampuan di bidang olahraga, seni, dan keagamaan.
Sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di antaranya futsal, bola voli, tenis meja, dan bulu tangkis. Sementara bidang seni dan keagamaan meliputi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifzil Quran (MHQ), pidato bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta seni kaligrafi.
Ketua Panitia PORSENI, Ujang Dani, S.Pd., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik madrasah dalam mengembangkan potensi dan membangun karakter.
Menurutnya, melalui PORSENI siswa dapat belajar mengenai sportivitas, kejujuran, ketekunan, kepercayaan diri, kedisiplinan, serta pentingnya membangun kebersamaan.
“Tujuan kegiatan ini antara lain membangun citra madrasah sebagai basis pembangunan rohani, keterampilan dan intelektual, sekaligus memberikan ruang kepada siswa berprestasi untuk mengembangkan minat dan bakatnya,” ujar Ujang.
Senada dengan itu, Arief Rifandi, selaku steering committee PORSENI Jabar 2026, menyampaikan bahwa para peserta merupakan siswa-siswi terbaik yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dan mewakili kabupaten/kota masing-masing.
“PORSENI diikuti oleh siswa terbaik dari jenjang MI, MTs dan MA se-Jawa Barat,” katanya.
Dikatakannya, PORSENI 2026 tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi antarsiswa, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarmadrasah di Jawa Barat.
Ajang tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keagamaan, tetapi juga unggul dalam olahraga, seni, kreativitas, serta memiliki karakter dan mental kompetitif.

Tema “Bersatu dalam Bakat, Unggul dalam Taat” juga menjadi pesan bahwa pendidikan madrasah memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Namun demikian, di tengah semarak PORSENI dan berbagai prestasi yang ditorehkan siswa madrasah, masih terdapat persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama, terutama terkait dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan madrasah.
Persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan kesenjangan fasilitas, dukungan anggaran operasional, serta kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya pada madrasah swasta.
Mayoritas madrasah swasta masih menghadapi keterbatasan sumber pendanaan dan dalam penyelenggaraan pendidikan masih mengandalkan iuran peserta didik. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana serta mutu pendidikan.
Kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan yang diselenggarakan madrasah juga dinilai dapat berdampak terhadap kualitas pendidikan pada jenjang MI, MTs, hingga MA.
“Pendidikan di madrasah seakan masih dipandang sebelah mata. Anggapan kualitas pendidikan di madrasah masih rendah karena adanya sejumlah permasalahan, di antaranya masih kurangnya perhatian dari pemerintah daerah,” pungkasnya.
PORSENI Madrasah Jabar 2026 di Tasikmalaya pun diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perebutan medali dan penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memberikan ruang yang lebih besar bagi siswa madrasah untuk berkembang, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah serta Jawa Barat.
(Nana S/Nas)








