SUMEDANG (Majalahukum.com) – Empat dekade perjalanan Kecamatan Ujungjaya menjadi momentum penting untuk merefleksikan berbagai capaian pembangunan sekaligus menatap tantangan yang masih harus diselesaikan demi mewujudkan masyarakat yang semakin maju, mandiri, aman, guyub, dan sejahtera.
Peringatan Hari Jadi ke-40 Kecamatan Ujungjaya tahun ini berlangsung bersamaan dengan semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai rangkaian kegiatan digelar sejak sebelum 17 Agustus hingga mencapai puncaknya pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Semarak perayaan terasa di tengah masyarakat. Beragam kegiatan digelar, mulai dari perlombaan, jalan santai, panggung hiburan hingga pembagian hadiah bagi warga yang turut berpartisipasi.
Sejumlah hadiah menarik, di antaranya mesin cuci dan berbagai peralatan elektronik rumah tangga, semakin menambah antusiasme masyarakat dalam memeriahkan hari jadi tersebut.
Namun, di balik kemeriahan perayaan, Hari Jadi ke-40 Kecamatan Ujungjaya juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan selama empat dekade terakhir.
Pemerintah kecamatan bersama seluruh elemen masyarakat diajak melihat sejauh mana pembangunan telah memberikan manfaat bagi warga, sekaligus menyusun langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan yang masih dihadapi.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama pada Jumat malam. Kegiatan tersebut diikuti ulama, ustaz, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga Kecamatan Ujungjaya.
Doa bersama menjadi simbol harapan agar perjalanan Ujungjaya memasuki usia ke-40 senantiasa mendapat keberkahan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Apresiasi untuk Dukungan Pembangunan
Dalam kesempatan tersebut, Camat Ujungjaya GunGun Nugraha, S.Sos., M.Si., didampingi Kapolsek Ujungjaya IPTU R. Agung, S.Pd., S.E., M.M., serta Danposramil Ujungjaya Peltu Danang Giarto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini turut berkontribusi dalam pembangunan Kecamatan Ujungjaya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, Perum Bulog, serta Kementerian Pertanian yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap masyarakat, khususnya sektor pertanian.
GunGun juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo atas berbagai kebijakan dan dukungan pemerintah, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Menurutnya, sejumlah kebijakan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Ujungjaya yang mayoritas memiliki mata pencaharian di sektor pertanian.
Mulai dari membaiknya harga gabah, penurunan harga pupuk hingga sekitar 20 persen, hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) menjadi bagian dari dukungan yang dinilai mampu membantu meningkatkan produktivitas petani.
Keberadaan alsintan diharapkan tidak hanya mengurangi beban pekerjaan petani, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan sehingga pada akhirnya dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.
Pengairan Masih Menjadi Tantangan
Meski berbagai capaian pembangunan telah dirasakan masyarakat, perjalanan Ujungjaya ke depan masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air untuk lahan pertanian. Pengairan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan produksi pertanian, terlebih sebagian besar masyarakat Ujungjaya masih menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut.
Karena itu, normalisasi jaringan irigasi maupun sungai dinilai perlu terus dilakukan agar distribusi air menuju lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal.
Selain pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas dan kemampuan petani juga menjadi pekerjaan penting.
Bantuan alsintan yang telah diberikan pemerintah perlu diimbangi dengan pelatihan penggunaan dan pemeliharaan. Dengan demikian, berbagai peralatan pertanian modern tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara kelompok tani dan Dinas Pertanian juga diharapkan semakin diperkuat untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengoperasikan sekaligus merawat berbagai peralatan pertanian.
Memasuki usia 40 tahun, pembangunan Ujungjaya tidak hanya diukur dari perkembangan infrastruktur dan sektor ekonomi. Kekuatan masyarakat, persatuan, serta semangat gotong royong menjadi modal sosial yang tidak kalah penting dalam menentukan masa depan wilayah tersebut.
GunGun Nugraha berharap masyarakat Ujungjaya semakin dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan, tetap menjaga persatuan, serta memperkuat budaya gotong royong.
Hari Jadi ke-40 Kecamatan Ujungjaya pada akhirnya bukan sekadar perayaan tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjalanan empat dekade, mensyukuri berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk membawa Ujungjaya menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, aman, guyub, dan sejahtera.
(Wem)








