JOMBANG (Majalahukum.com) — KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya memimpin jajaran Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai Rais Aam PBNU masa khidmat 2026-2031.
Miftachul terpilih berdasarkan hasil musyawarah sembilan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yang digelar di Ndalem Kasepuhan Kiai Wahab Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Keputusan tersebut diumumkan Kiai Anwar Iskandar di hadapan para muktamirin.
“Memutuskan bahwa nama Kiai Miftachul Akhyar dipilih menjadi Rais Aam Pengurus Besar masa khidmat 2026-2031,” kata Kiai Anwar saat membacakan hasil keputusan AHWA.

Dengan keputusan tersebut, Miftachul akan melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rais Aam PBNU untuk periode 2026-2031. Ia sebelumnya telah menduduki posisi tersebut sejak 2018.
Ulama Senior NU dari Surabaya
KH Miftachul Akhyar dikenal sebagai salah satu ulama senior Nahdlatul Ulama yang memiliki perjalanan panjang dalam struktur organisasi. Ia juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya.
Miftachul lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 30 Juni 1953. Ia merupakan putra KH Abdul Ghoni, pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah. Miftachul merupakan salah satu dari 13 bersaudara dan tumbuh dalam lingkungan pesantren.
Pendidikan keagamaannya ditempuh di sejumlah pesantren. Ia pernah belajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang; Pondok Pesantren Rejoso, Jombang; Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan; serta Pesantren Al-Islah Soditan, Lasem.
Ia juga disebut pernah menimba ilmu kepada Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki.
Setelah menyelesaikan pendidikan di sejumlah pesantren, Miftachul kemudian mendirikan sekaligus mengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah di Surabaya.
Karier Panjang di Struktur NU
Perjalanan Miftachul di organisasi NU berlangsung secara bertahap. Ia pernah dipercaya sebagai Rais Syuriyah PCNU Surabaya periode 2000-2005.
Selanjutnya, ia menjabat sebagai Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur selama dua periode, yakni 2007-2013 dan 2013-2018.
Pada 2015, Miftachul dipercaya menduduki posisi Wakil Rais Aam PBNU. Jabatan tersebut kemudian mengantarkannya menjadi Pj Rais Aam PBNU pada 2018 setelah KH Ma’ruf Amin mengundurkan diri dari jabatan tersebut untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.
Dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021, Miftachul kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU periode 2021-2026. Penetapan tersebut juga dilakukan melalui mekanisme musyawarah sembilan anggota AHWA.
Kini, melalui Muktamar ke-35 NU di Jombang, Miftachul kembali memperoleh kepercayaan untuk memimpin posisi tertinggi dalam jajaran Syuriyah PBNU untuk masa khidmat 2026-2031.
Pernah Memimpin MUI
Di luar struktur NU, Miftachul juga pernah dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ia terpilih sebagai Ketua Umum MUI pada 2020, menggantikan KH Ma’ruf Amin. Namun, Miftachul kemudian mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada 2022.
Dengan kembali terpilihnya sebagai Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar akan melanjutkan peran strategisnya dalam mengawal arah kebijakan keulamaan dan organisasi Nahdlatul Ulama untuk lima tahun ke depan.
(Red)








