SUBANG (Majalahukum.com) — Calon Kepala Desa Cijambe, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Dendi Supriadi, S.IP, menyatakan kesiapannya untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat apabila dipercaya memimpin Desa Cijambe.
Mengusung moto “CIJAMBE BERSINAR”, yang merupakan akronim dari Bersih, Sehat, Indah, Nyaman, Amanah, dan Religius, Kang Dendi menawarkan sejumlah program yang menurutnya diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Dukungan terhadap pencalonan Kang Dendi disebut terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga warga dari berbagai kalangan.
Salah seorang warga Cijambe, Asep, mengatakan dukungan tersebut muncul karena masyarakat menginginkan adanya perubahan dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa.
“Dukungan dari masyarakat tersebut dikarenakan kekecewaan atas kepemimpinan kades yang lalu yang dinilai kurang transparan terkait anggaran desa. Selain itu, masih banyak infrastruktur jalan desa dan gang-gang menuju pelosok desa yang kondisinya buruk, sementara pembangunan juga belum merata,” ujar Asep, Sabtu (12/9/2026).
Namun, Kang Dendi mengaku tidak ingin hanya mengandalkan kritik terhadap kondisi sebelumnya. Ia justru menawarkan sejumlah solusi dan program yang akan menjadi prioritas apabila dirinya terpilih sebagai Kepala Desa Cijambe.
Dengan semangat perubahan, Kang Dendi membawa sejumlah slogan, di antaranya “Jalan Leucir, Cai Ngalir”, “Bersatu Kita Maju, Bersama Kita Bisa”, serta komitmen:
“Moal rek babati, tapi rek babakti. Moal rek loba jangji, tapi rek mere bukti.”
Menurut Kang Dendi, pembangunan Desa Cijambe harus dilakukan secara menyeluruh dan menyentuh berbagai bidang kehidupan masyarakat.
Di bidang infrastruktur, ia berkomitmen mendorong pembangunan dan perbaikan jalan secara merata hingga ke pelosok kampung. Infrastruktur dasar, kata dia, harus menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan perekonomian masyarakat.
Sementara dalam bidang pelayanan pemerintahan desa, Kang Dendi menjanjikan perubahan dengan mengedepankan pelayanan yang gratis, cepat, tepat sasaran, dan profesional.
“Pelayanan kepada masyarakat harus mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang baik,” ujar Kang Dendi.
Komitmen lainnya menyangkut transparansi anggaran desa. Ia mengatakan apabila terpilih, pengelolaan anggaran akan dilakukan secara terbuka kepada masyarakat, baik yang bersumber dari Dana Desa (DD) maupun sumber anggaran lainnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Anggaran desa harus transparan kepada publik. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran dikelola dan digunakan untuk pembangunan serta kepentingan masyarakat,” katanya.
Di bidang keagamaan, Kang Dendi berencana mengaktifkan kembali kegiatan pengajian di setiap RW. Menurutnya, pembangunan desa tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
Sedangkan di bidang sosial dan ekonomi, ia akan mendorong pengembangan UMKM lokal melalui penyuluhan, pendampingan serta bantuan permodalan sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran yang tersedia.
Program tersebut, menurut Kang Dendi, diharapkan dapat membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Desa Cijambe.
Ia menegaskan, seluruh program tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat. Karena itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Desa Cijambe.
“Kami ingin membangun Cijambe bersama masyarakat. Bersatu kita maju, bersama kita bisa. Kami tidak ingin banyak janji, tetapi ingin memberikan bukti melalui kerja nyata,” tegasnya.
Dengan mengusung “CIJAMBE BERSINAR — Bersih, Sehat, Indah, Nyaman, Amanah dan Religius”, Kang Dendi Supriadi berharap dapat menghadirkan pemerintahan desa yang lebih terbuka, pembangunan yang merata, pelayanan yang profesional, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Jalan Leucir, Cai Ngalir. Moal rek babati, tapi rek babakti. Moal rek loba jangji, tapi rek mere bukti.”
(Enjang Black)








